Maaf, Ada 11 Ribu PNS Akan Terlambat Terima Gaji



TULUNGAGUNG - Lebih dari 11 ribu aparat sipil negara di cakupan Pemkab Tulungagung, Jawa Timur, ditegaskan alami ketertinggalan pembayaran upah bulan Januari 2021. Semestinya, upah beberapa PNS itu telah diterima terhitung 1 Januari. Kepala BPKAD (Tubuh Pengurus Keuangan Dan Asset Wilayah) Kabupaten Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro menerangkan ketertinggalan upah masa ini karena ada migrasi data dari mekanisme info tubuh kepegawaian wilayah (SIBKD) ke mekanisme info piranti wilayah (SIPD) yang diatur langsung oleh pusat. "Saat ini formatnya bertukar. Pola yang baru memerlukan NPWP, NIK (nomor induk kependudukan), jadi harus menginput kembali di setiap OPD (organisasi piranti wilayah)," kata Bagus.


Sekarang ini faksinya sudah keluarkan pernyataan mengenai penangguhan pembayaran upah itu. Diprediksi, pembayaran akan dilaksanakan dalam bentang tanggal 4-15 Januari 2021. Ia menambah karyawan di BPKAD kerja lembur untuk menuntaskan data input itu. Bagus tidak dapat pastikan sampai kapan pembayaran upah dapat dilaksanakan.


Karena menurut dia, cepat-tidaknya pembayaran dikuasai selesainya data input yang sudah dilakukan di setiap OPD. "Tempo hari (2/1/21) telah ada 39 OPD yang usai (data input). Mudah-mudahan yang telah usai ini dapat selekasnya mendapatkan haknya terhitung mulai Senin (4/1) ini hari. Kami sampai tidak liburan," kata Bagus.


Jumlah OPD terhitung Kecamatan di Tulungagung sejumlah 59 OPD.


Faksinya mengusahakan untuk OPD yang sudah usai data input dapat dibayar upah ASN di hari Senin 4 Januari

 

Belum ada Komentar untuk "Maaf, Ada 11 Ribu PNS Akan Terlambat Terima Gaji"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel