Wanita 71 Tahun Di cocok tanam Anak Kandung Hingga robek anunya Dan pendarahan

 




Seperti kerasukan setan, Herkulanus Joni alias Ijon, 50, memerkosa TD, 71, ibu kandungnya, Rabu sekitaran jam 17.00. Tindakan biadab itu dilaksanakan Joni di tempat tinggal mereka, Jalan Raya Singkawang-Bengkayang, Kelurahan Nyarumkop, Singkawang Timur.


Pria yang bekerja sebagai pekerja bangunan itu baru pulang dari Bengkayang. Demikian sampai di dalam rumah, Joni makan dan menonton di ruangan tamu. Joni bingung, karena tidak menyaksikan ibunya. Ia mengetok pintu kamar dan ibunya langsung membuka pintu. Aktor masuk langsung ke kamar ibunya.


"Ia bertanya keadaan saya. Saya jawab, kaki saya sakit. Ia selanjutnya menggenggam kaki saya yang sedang tiduran di atas tempat tidur," narasi TD di Mapolsek Singkawang Timur, Jumat


Saat menggenggam kaki ibunya yang sedang tiduran, Joni menyaksikan kemaluan ibunya yang waktu itu cuman memakai daster, tetapi tidak memakai celana dalam.


Mendadak ada gairah birahi terdakwa, hingga ia dekap ibunya. Di atas aktor menggenggam ke-2 tangan ibunya sekeras tenaganya. Waktu itu TD lakukan perlawanan dengan meronta-rontah, tetapi tidak bisa berteriak.


Sekalian menggenggam ibunya, Joni buka bajunya sampai satu helai benang juga di badannya. Dia segera menindih sekalian menggenggam ke-2 tangan ibunya.


"Alat kelamin saya robek, dan pada akhirnya saya dibawa ke rumah sakit dan telah dirawat," tutur TD.


Telah senang mencabuli ibunya, Joni kembali kenakan pakaian dan melihat tv. Ia berasa tidak berasa bersalah. Selanjutnya menyaksikan ibunya akan keluar dari rumah.


"Ia bertanya saya mengapa keluar dari rumah, dan saya jawab, saya akan menyampaikannya ke polisi," terangnya.


Joni memburu ibunya yang telah di luar rumah. Ia minta supaya tidak memberitahu apa yang dilakukan ke seseorang. Tetapi TD bersikukuh dan terdakwa biarkan.


"Saya ketahui ia senang mabok-mabukan, tetapi waktu itu saya tidak menghirup bau minuman keras di mulutnya," ungkapkan TD.


Di mata keluarganya, Joni berkarakter benar-benar keras. Ia sebagai anak sulung dari 7 bersaudara dan salah satu anak lelaki TD.


"Abang saya memang orangnya keras, sejak dari kecil karakternya cukup kasar. Kami saja tidak berani dengan abang saya itu. Selainnya ia, semua wanita. Dahulu ia pernah menikah dan mempunyai tiga anak. Tetapi telah berpisah semenjak anaknya masih kecil, dan itu telah lama sekali," tutur Agustina, saudari terdakwa yang anak bungsu korban saat bersama ibunya di Mapolsek Singkawang Timur.


Agustina mengutarakan, semenjak ayahnya wafat, ibunya tinggal dengan Joni. "Abang bekerja sebagai tukang bangunan, dan saudara yang lain telah memiliki keluarga dan tinggal di tempat tinggalnya masing-masing," ucapnya.


Ia minta supaya abangnya itu dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Bahkan juga jika dapat dijatuhi hukuman sepanjang umur. "Saya cemas jika abang saya telah bebas nanti, karena saya ketahui karakternya itu," bebernya.


Wanita yang kenakan hijab hitam ini bercerita, abangnya itu senang mabok-mabukan dari sejak dahulu. "Saya tidak menduga , abang saya tega lakukan tindakan ini dengan ibu saya," kecewa Agustina.


Joni diamankan polisi, Kamis jam 14.00. "Aktor kita mintai info, selanjutnya dipercayakan ke Ruangan Tahanan Mapolres Singkawang," tutur Kapolres Singkawang AKBP Kode Alfadien Mustofa, SIK, MH lewat Kapolsek Singkawang Timur, Iptu R Sudirman, Jumat


Sudirman memperjelas, terdakwa tidak alami masalah jiwa. Pun tidak di bawah dampak minuman keras, tetapi atas kemauan sendiri.


"Kita minta supaya masyarakat masih tetap jaga diri dan sama-sama jaga, walau pada sebuah rumah. Kejahatan dapat ada dari dalam keluarga sendiri. Kita minta walau terdakwa tidak dalam dampak minuman keras, tetapi disuruh hindari minuman keras," tegas Sudirman.


Kanit Reskrim Polsek Singkawang Timur, Ipda Supianik memperjelas, terdakwa Joni dijaring Pasal 285 KUHP dengan teror optimal 12 tahun penjara.


Belum ada Komentar untuk "Wanita 71 Tahun Di cocok tanam Anak Kandung Hingga robek anunya Dan pendarahan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel