Selesai Bercocok tanam, Tokoh Agama di Bengkulu Utara Penjarakan Selingkuhan




BENGKULU - Terlilit kasus sangkaan perselingkuhan , pelaku ustaz di Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu, HS ngotot adukan wanita simpanannya ke aparatur kepolisian.

Tidak cuman CDK (24), ayah kandungan dari wanita dambaan lain berinisial UC (66) ini ikut mengeram di jeruji besi, Senin (3/5/2021).

Ayah dan anak masyarakat Dusun Kalai Duai, Kecamatan Arma Jaya disampaikan HS atas sangkaan pemerasan pada dianya ke Polres Bengkulu Utara. Ke-2 nya diputuskan terdakwa dengan pasal 365 ayat (2) KUH Pidana dengan teror penjara optimal 12 tahun.

Simak juga: Balada Janda Muda Hidupi Dua Anak di Aceh, Sekarang Tersenyum Jadi perhatian Pak Camat

Info dari kepolisian mengatakan, berdasar info HS, sangkaan pemerasan terjadi pada 27 Februari 2021 kemarin. Sangkaan ini dilaksanakan CDK dan UC dengan memberikan ancaman akan menebarluaskan tindakan dan jalinan HS dengan CDK.

Ayah dan anak ini didakwa memerah dengan minta uang sejumlah Rp30 juta ke HS, dengan agunan ke-2 nya meredam smartphone HS sampai uang itu diberikan. Ayah dan anak ini juga pada akhirnya diamankan pada Jum at (09/04/2021). Barang faktanya kotak dan smartphone punya korban.

Walau sudah jadi tahanan polisi, ayah dan anak ini juga lakukan perlawanan. Saat dikunjungi di Instansi Pemasyarakatan Kelas II B Arga Makmur oleh kuasa hukumnya Julisti Anwar, ke-2 nya menyebutkan bila HS sudah menjungkirbalikkan bukti dengan memberikan laporan dianya sebagai terdakwa dalam kasus pemerasan.

Ke kuasa hukumnya, CDK akui dianya sempat pernah terima tindakan tidak pantas dari pelaku figur agama itu. Dianya mengatakan sempat pernah dikasih minuman sampai tidak sadar diri dan dibawa ke salah satunya kontrak punya rekanan HS di Kota Bengkulu. Selesai ditahan sepanjang tiga hari, HS bawa CDK balik ke Bengkulu Utara dan meninginapkan di Hotel Bundaran Kota Arga Makmur.

Atas ini, kuasa hukum CDK memandang jika ini sebagai satu ketidakadilan. "Pernyataan CDK , jika pelaku ustaz telah lakukan jalinan tubuh padanya berapakah kali pada tempat yang lain. Tetapi CDK tidak mengaku di saat proses BAP di polres karena di bawah penekanan saat diinterogasi bersama orang tuanya. Ia takut, ia tidak mengaku bukti yang sesungguhnya pada penyidik, jika telah terkait tubuh pada pelaku ustaz," kata Julisti Anwar.


Saat sebelum ke ranah hukum, dibongkarnya sangkaan kasus perselingkuhan ini juga sempat pernah dimediasi oleh Polsek Air Besi. Beberapa uang yang disuruh orangtua CDK sebagai wujud denda dan sempat pernah disetujui saat jalannya perantaraan. Cara ini diambil sebagai jalan tengah untuk ke-2 keluarga yang sedang bentrok.

Kasus jalinan gelap dan persetubuhan ini sudah dianggap oleh ke-2 nya. Tetapi ada dua versus, ustaz akui dilaksanakan atas dasar sama-sama menyukai, wanita akui dikasih minuman minuman bersoda sampai tidak sadarkan diri.

"Kejadian ini terjadi di Kota Bengkulu. Kalau tidak ada apapun mengapa ada persetujuan bayar denda beberapa uang, demikian saja berfikirnya," kata Kapolsek Air Besi, Iptu Aljum Fitri dalam penjelasannya.

Tetapi info kepolisian ini juga mendapatkan reaksi tajam dari faksi HS, pelaku ustaz ini menunjuk bila kapolsek sudah menebarkan fitnah ke dianya.

"Sampai saat ini saya tak pernah disandingkan dengan namanya Pauzi, Kalman dan Kapolsek, menjelaskan hal tersebut. Maknanya bila saya tak pernah menjelaskan ke mereka, jika sudah meniduri CDK, maknanya info itu fitnah," kata HS saat dikunjungi dikediamannya.

Tidak cuman menunjuk aparatur Kepolisian, bersama kuasa hukumnya, HS melontarkan somasi pada 2 media online KilasBengkulu.com dan PenaRakyat.com, atas kabar berita sangkaan kasus kasus perselingkuhan pelaku ustaz.

Belum ada Komentar untuk "Selesai Bercocok tanam, Tokoh Agama di Bengkulu Utara Penjarakan Selingkuhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel