Ritual Bercocok tanam untuk Pesugihan

 



Mojokerto: Siang itu satu bulan lalu, Suratman masyarakat Dusun Semawut, Kecamatan Balong Bendo, Mojokerto, Jawa Timur yang duduk di muka sebuah toko kehadiran tamu tidak dikenali. Sang tamu mengenalkan diri namanya Agus dan akui sebagai kepala personalia pada salah satunya perusahaan sepatu di teritori Rungkut, Surabaya. Ke Suratman, Agus menjelaskan sedang memerlukan seorang karyawati.


Suratman juga memberi respon kemauan Agus dengan menjelaskan ada anak tetangganya yang barusan lulus sekolah menengah atas. Agus juga minta Suratman mengantar anak itu ke tempat tinggalnya yang alamatnya tertera pada kartu nama yang diberi. Suratman selanjutnya pulang dan sampaikan info pekerjaan itu ke Ratih--sebut saja demikian. Ratih juga senang atas berita yang diterimanya itu.


Tidak lama berlalu, Suratman mengantar Ratih ke rumah Agus. Sesudah Suratman pamit pulang, Agus dan istrinya, Kasih, ajak Ratih pergi ke arah pabrik yang bisa menjadi tempatnya bekerja di Rungkut, seperti sudah dijanjikannya. Tetapi tanpa menerangkan ke mana sesungguhnya mereka pergi, Ratih malah dibawa ke daerah perkebunan di Kecamatan Sambeng, Lamongan.


Di salah satunya gubuk yang berada di daerah perkebunan itu, Agus dan Kasih memberi Ratih selembar kertas yang berisi syarat supaya bisa diterima bekerja. Persyaratan pertama ialah Ratih harus melepas semua perhiasan dan baju yang dikenai. Yang ke-2 , ia harus ingin terkait tubuh dengan Agus, bila tidak maka nahas. Ratih juga menampik ke-2 persyaratan itu. Tetapi karena diintimidasi, ia pada akhirnya pasrah.


 



Sesudah sukses memperdaya Ratih, Agus dan Kasih cari korban baru. Ini kali ialah Tinah, panggil saja demikian. Sama seperti dengan Ratih, masyarakat Desa Wringinpitu, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa timur, ini dibawa Agus dan Kasih ke rimba. Tapi saat sebelum pergi, korban sempat pernah melapor ke keluarga dan polisi [baca: Untuk Kekayaan, Tiga Gadis Disetubuhi].


Karena kesiapan dan kerja sama polisi dan masyarakat, Agus dan Kasih pada akhirnya dibekuk saat akan memaksakan Tinah. Sekarang, Agus yang rupanya namanya asli Wandi dan Kasih harus jalani pengecekan intens di Basis Kepolisian Resot Lamongan, Jawa timur. Ke penyidik, pasangan suami istri ini akui Ratih bukan salah satu korban penipuan dan setubuhian yang dilaksanakan mereka. Pernyataan ini betul ada karena awalnya Kepolisian Bidang Sambeng, Lamongan, memperoleh laporan 2 orang gadis yang akui sudah disetubuhi dan ditipu oleh sepasang suami istri itu.


Adapun tindakan jahat ini bermula dari kemauan Kasih supaya jadi orang yang hidup dalam kemewahan. Ia juga sering mimpi dikunjungi seorang namanya Nyai Munah yang memberi ilham padanya. Buat memperoleh kekayaan, Kasih harus cari tiga gadis yang nanti akan dijamah oleh Wandi. Aktivitas ini mereka sebutkan sebagai ritus yang diamanahkan Nyai Munah.


Wandi sendiri akui, ia sesungguhnya menampik keinginan Kasih. Cuman karena si istri selalu memberikan ancaman minta pisah bila tidak melakukan syarat Nyai Munah, dia juga tidak sanggup menampik. Menyesal, nampaknya tidak memiliki arti untuk mereka. Yang pasti, sanksi hukuman penjara sepanjang 12 tahun menunggu ke-2 nya.


Untuk ketahui identitas Wandi dan Kasih, team Derap Hukum bertandang ke tempat tinggal orangtua mereka. Adapun semenjak pergi tinggalkan rumah orang tuanya, ke-2 nya jalani hidup sebagai pemulung yang selalu tinggal beralih dari 1 tempat ke lain tempat.


Pada tempat kelahirannya, di Desa Kedungwaru, Dusun Candisari, Kecamatan Sambeng, Lamongan, Jawa timur, Wandi dikenali bersifat jelek. Disamping itu, kata Raseno, ayahnya, si anak tidak pernah ingin dengarkan saran darinya. Ayah empat anak yang telah renta ini menjelaskan, Wandi pergi tinggalkan rumah dan istri pertama kalinya untuk selanjutnya menikah dengan Kasih di Mojokerto. Dengar Wandi sekarang dipenjara, hati Raseno makin perih.


Hati sama dirasakan Sukadi, ayah Kasih. Menurut Sukadi, dianya sudah curigai jeleknya sikap Wandi saat menikah dengan putri pertamanya itu. Pernikahan itu juga yang sudah mengganti sikap Kasih yang tega tinggalkan demikian saja dua anaknya, yaitu Deris Kasianto dan Lasemi Purwati. Walau hidup dengan keadaan ekonomi yang susah, Sukadi berkemauan akan mendidik dua cucunya supaya tidak mewariskan karakter jelek ke-2 orang tuanya.


Kasus penipuan yang dibarengi setubuhian itu mendapatkan sorotan sosiolog Hotman Siahaan. Dalam penglihatan Hotman, kemiskinan sistematis yang membuat budaya seperti mempunyai sudut pandang fatalistik seperti yang dirasakan Kasih ialah peristiwa yang ada banyak ditemui di Indonesia. Hotman juga menganalisa, tingginya tertimpangan sosial yang ada pada warga sanggup jadi memperburuk budaya kemiskinan yang terbentuk.


Sekarang, baik Wandi atau Karsih harus siap jalani hukuman atas tindakan yang sudah mereka kerjakan. Adapun ritus pesugihan yang ditempuh rupanya tidak pernah datangkan kekayaan, tetapi cuman munculkan musibah.(BOG/Team Derap Hukum)

sumber: liputan6.com


HALAMAN SELANJUTNYA
1 2

Belum ada Komentar untuk "Ritual Bercocok tanam untuk Pesugihan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel