Penyekatan mudik 2021 mulai diberlakukan kemarin, per 6-17 Mei 2021 dan per hari ini juga tercatat ratusan pemudik nekat dipaksa untuk putar balik.

 



Larangan bermudik diterapkan 6-17 Mei 2021. Pada hari awal saja telah beberapa ratus pemudik ngotot diminta putar balik.


Di salah satunya titik pemisahan mudik 2021 yang berada di Gerbang Tol Cikarang Barat dan Gerbang Tol Cikupa, sekitar 725 kendaraan diputar balik dan tiga kendaraan ditangkap. Jumlah itu didapatkan cuman dalam lima jam pertama hasil operasi pemisahan jalan pada Kamis (6/5/2021) start pukul 00.00 WIB sampai 05.00 WIB. Begitu diutarakan Direktur Lalu Lintasi Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.


Di GT Cikarang Barat, sekitar 317 kendaraan diputar balik dengan perincian 233 kendaraan individu dan 84 kendaraan umum. Saat itu, di GT Cikupa, sekitar 408 kendaraan diputar balik dengan perincian 359 kendaraan individu dan 49 kendaraan umum.


Tetapi yang lebih mengagetkan data yang menjelaskan dalam 40 menit terdaftar ada 46 kendaraan yang diminta putar balik saat pemberlakukan larangan bermudik diawali pada jam 00.01 WIB. Ini menunjukkan masih saja pemudik ngotot yang nakal


"Barusan lebih kurang 40 menit saja, dari jam 24.00 sampai 00.40 menit itu terdata telah 46 kendaraan yang kita putar balikkan, ada yang ke Jawa Barat ada yang ke Jawa tengah rerata mereka tidak akui mudik tapi punyai arah tertentu tetapi selanjutnya arah itu tidak dapat ditunjukkan dengan sebuah surat info hingga mau tak mau kita mengeluarkan kita putar balik," tutur Sambodo Purnomo Yogo.


Mudik Lokal Sekarang Dilarang


Berkaitan mudik lokal yang awalnya dibolehkan pada 8 daerah aglomerasi, pemerintahan sekarang keluarkan pengakuan baru. Jubir Satuan tugas COVID-19 Wiku Adisasmito menyebutkan mudik lokal dilarang.


"Untuk merusak ketidaktahuan warga berkaitan mudik lokal di daerah aglomerasi saya tekankan jika pemerintahan larang apa saja wujud mudik, baik lintasi propinsi atau pada sebuah daerah kabupaten/kota aglomerasi, dengan urgensi menahan dengan optimal hubungan fisik sebagai langkah transmisi virus dari 1 orang pada orang lain," kata Wiku Adisasmito, dalam pertemuan jurnalis, Kamis (6/5/2021).


Wiku minta warga tidak cemas berkenaan larangan itu. Aktivitas di beberapa sektor fundamental masih bekerja.


"Tetapi perlu ditegaskan jika aktivitas lain selainnya aktivitas mudik di pada sebuah daerah kota/kabupaten aglomerasi, terutamanya di beberapa sektor fundamental, tetap bekerja tanpa pemisahan apa saja untuk memperlancar aktivitas sosial ekonomi wilayah," tutur ia.


Berikut delapan daerah aglomerasi yang awalnya digolongkan pemerintahan bisa lakukan perjalanan tanpa persyaratan didalamnya.


1. Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros


2. Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo


3. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan


4. Bandung Raya


5. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


6. Semarang, Kendal, Ungaran dan Purwodadi


7. Yogyakarta Raya


8. Solo Raya


Belum ada Komentar untuk "Penyekatan mudik 2021 mulai diberlakukan kemarin, per 6-17 Mei 2021 dan per hari ini juga tercatat ratusan pemudik nekat dipaksa untuk putar balik."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel