Perampok Sadis Ini Sudah 60 Kali Beraksi, Sekarang Kakinya Bolong, 3 Rekannya Masih Buron




 Satu dari empat pelaku perampokan terhadap beberapa sopir mobil pikap yang melintas di kawasan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya ditangkap polisi.

Pelaku bernama Rio alias Dedek, 21, warga Jalan Putri Dayang Rindu, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang. Sedangkan rekannya Dedi, Thomas, dan Beto masih buronan polisi.

Dari tangan tersangka polisi menyita dua unit sepeda motor Yamaha Xeon nopol BG 3922 AAC dan Suzuki Smas tanpa pelat yang digunakan saat beraksi. Selain itu, dua bilah senjata tajam jenis badik dan garpu.

Kapolsek Kertapati AKP Irwan Sidik didampingi Kanit Reskrim, Iptu Ledi mengatakan berdasarkan laporan diterima anggotanya.

Pihaknya sudah lima kali menerima laporan polisi (LP) dari sopir mobil pikap yang menjadi korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan insentif. Ternyata tersangka beserta rekanya sudah 60 kali melakukan aksi penodongan terhadap sopir mobil ketika melintas di kawasan Kertapati dan tersangka yang kami tangkap merupakan otak dari aksi penodongan,” kata Irwan, Selasa (23/02).

Kebanyakan target korban, masi kata Irwan, sopir pikap membawa logistik berasal dari luar Kota Palembang.


“Modus yang digunakan para tersangka, dengan cara menggiringi korban lalu menyetopi mobil korban untuk meminta rokok. Setelah korban berhenti para pelaku langsung menodongkan senjata tajam dan merampas harta benda korban,” ujarnya.

Lanjut Irwan, para tersangka terakhir berkasi di atas Jembatan Keramasan, Jalan Mayjen Yusuf Singkadane, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, Sabtu (13/2) sekitar pukul 04.00 WIB terhadap korbanya Taufik, 20, warga Gandus yang melapor ke Polsek Kertapati.

“Dari laporan tersebut, anggota kami melakukan penyidik serta penyelidikan dan berhasil mengamankan Rio. Lalu tersangka beserta barang bukti langsung kami giring ke Polsek Kertapati, untuk rekan tersangka masih buron saat ini masih dalam proses pengejaran aparat,” jelasnya.

Sementar itu, Rio mengakui perbuatanya telah melakukan penodongan bersama tiga rekanya.

“Saat beraksi saya sebagai joki pak, sedangkan teman saya yang mengambil barang berharga korban. Setelah beraksi hasilnya kami bagi rata dan uangnya saya gunakan untuk judi online serta membeli narkoba,” terangnya. 

HALAMAN SELANJUTNYA
1 2

Lihat Berita Dibawah dan Dapatkan Hadiah Menarik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel