Edan! Suami Menggoyang Istrinya Secara Paksa, Setelah 4 Hari Melahirkan. Lalu Ini yang Terjadi. . .


Seorang wanita baru saja melahirkan anak keduanya dengan selamat.

Ia harus melakukan berbagai pantangan, dalam tempo berpantangan itu, ia diminta suaminya untuk tinggal di rumah orangtuanya dengan alasan anak pertamanya juga demikian.

Baca: Jangan Buang Sperma di Tisu, Ternyata Bisa Menyelamatkan Wanita

Setelah melahirkan, wanita ini memanggil seorang pembantu untuk mengurut badannya, memandikan dirinya dan anaknya.

Setelah selesai pekerjaannya sang pembantu pun pamit mau pulang.

Saat mau pulang mertuanya datang dan memberi tahu kalau setelah ini jangan datang lagi ke rumah ini, karena mertua saya sudah dapat pembantu yang lain.

Wanita itu pun terkejut, padahal ia telah membayarnya untuk 14 hari agar dapat merawatnya, karena merasa sangat bagus pelayanannya.

Malangnya hal itu tak dapat ia dipertahankan, mertua wanita itu memarahinya, dia bilang jangan banyak bicara dan masuk ke dalam kamar.

Besoknya ada seorang ibu-ibu datang untuk mengurut wanita itu.

Baru 15 menit di urut, mertua wanita tersebut mengatakan "Cukup sudah ngurutnya..."

Wanita itu pun hanya melihat saja tanpa banyak bicara, hal itu disebabkan tukang urut tersebut adalah teman mertuanya.

Wanita tersebut pun berdiri untuk memandikan anaknya yang baru dilahirkannya.

Saat merasakan kesedihan, ia mencoba untuk menelepon ibunya, tapi suaminya datang merampas telepon lalu menutupi pintu kamar lalu mengatakan ingin mengajak berhubungan suami istri.

"Allah.... Saya ini lagi berhalangan bang, baru 4 hari melahirkan, belum boleh untuk melakukan hal hubungan seksual sampai nifas saya kering...."

"Apa kau bilang...! kau ini istri aku! berdosa kalau kau tak mau dengar apa yang aku katakan, apa yang aku inginkan...! aku ini suami mu!"

Wanita itu coba mempertahankan dirinya, mencoba untuk menghindar....anaknya yang berada disampingnya pun tak dihiraukan suaminya.

Suaminya pun akhirnya melakukan hubungan suami istri itu walaupun dengan memaksa.

Saat melakukan hubungan itu, pada kemaluan wanita itu keluar banyak darah, tapi suaminya tetap tidak memperdulikan, ia terus melakukannya.

Darah yang keluar begitu banyak ia bersihkan pakai tangannya dan ia buang ke sampingnya...

"Ya Allah...." ujar wanita tersebut sambil menahan sakit yang teramat sangat.

Tubuh wanita itu merasakan semakin lemah dan merintih saat suaminya menekan rahimnya.

"Sakit bang...sangat sakit...sait sekali bang.." teriak wanita tersebut.

Tapi teriakannya tidak diindahkan oleh suaminya.

Setelah 5 menit suaminya melakukan hal itu, seprei yang menyelimuti kasur tempat tidur tersebut penuh darah, tiba-tiba darah menyembur keluar begitu derasnya dari kemaluan wanita itu, ada yang berbentuk butiran-butiran diiringan rintihan kesakitan.

Suaminya dengan senyum lalu berkata "Kalau mau mendapat pahala harus berkorban"

Dalam keadaan kesakitan yang teramat sangat, wanita tersebut mencoba untuk bangkit namun paha, kaki serta pinggangnya tak bisa diangkat karena terasa sangat perih.

Sambil menangis, wanita tersebut mencoba mengangkat anaknya untuk menyusui.

Suaminya dengan kejamnya menendang wanita tersebut.

Di saat yang sama, wanita itu mendengar mertuanya dan tukang urut tersebut samar-samar di luar, ia pun menjerit mencoba untuk memanggilnya.

Tapi suaminya kembali menendangnya ke bagian kaki lalu berkata "Kalau kau memberitahu pada orang lain apa yang ku lakukan ini...akan aku lakukan lagi malam ini..." katanya sambil tertawa.

"Ya Allah...kenapa dengan suami saya ini.." kata wanita tersebut.

Ia pun mencoba sekali lagi untuk memanggil mertuanya, tapi tak memberitahu perihal yang dilakukan suami terhadapnya.

Saat dilihat si tukang urut bagian kemaluan wanita tersebut, lalu berkata "Rahim kamu terkeluar, itu perlu dimasukkan kembali secara perlahan-lahan".

"Kalau tidak dimasukkan sekarang, nanti dia keluar lebih banyak lagi..."

"Sakitnya melahirkan saya terima, tapi sakitnya memasukkan rahim setelah berhubungan dengan suami yang tak berperikemanusiaan sangat sulit saya bayangkan, memang saya tidak sampai mati" kata wanita tersebut dalam hatinya.

Hari ke-17 setelah kejadian tersebut, lukanya masih tak kunjung sembuh, darah yang keluar setiap hari masih banyak dan berbutir-butir.

Saat kontrol anaknya di rumah sakit, wanita itu pun menceritakan semuanya kepada perawat yang ada disitu.

Mereka terkejut sebab tak pernah ada suami yang begitu kejam dengan istrinya disaat lagi berhalangan.

Dokter yang mengecek perempuan itu pun melihat lukanya dan mengatakan kalau lukanya akan lambat sembuh karena terkoyak sampai ke dubur.

Darah yang keluar berbutir-butir dari kemaluan wanita itu pun dibersihkan dokter.

Pada hari ke 37 setelah melahirkan pun suaminya pernah mengajaknya juga untuk melakukan hubungan suami istri, tapi saat itu luka wanita tersebut sudah hampir sembuh, dan tidak terlalu merasakan sakit seperti sebelumnya.

Wanita itu banyak menerima penjelasan bahwa suaminya tidak memeiliki pengetahuan yang mendalam mengenai hidup berumah tangga, karena itulah ia merasa benar dan bermain kasar serta belum tahu hukum yang mana yang halal dan yang mana yang diperbolehkan serta wajib dilakukan dalam berhubungan suami istri.

Kini wanita itu hanya terbaring saja di rumah sakit, luka dan posisi rahim belum sembuh benar, dan dokter menyarankan bahwa ia harus istirahat total di rumah sakit.

Sekarang wanita itu merasa trauma melihat suaminya, walaupun awalnya ia ingin mengingatkan suaminya agar dapat merubah sifat buruknya setelah menikah.

Karena suaminya tidak ada perubahan, ia orang yang mudah marah, kini wanita tersebut mulai takut untuk memandang suaminya, apalagi mendengar suaminya memanggil namanya.

"Sekali lagi suami saya berperilaku kejam terhadap saya dan ingin melakukah hubungan suami istri lagi, kemungkinan saya akan menentangnya dan menolaknya." ujar wanita itu kepada dokter yang bercerita dengan suara yang bergetar seolah menggambarkan keadaannya yang penuh dengan trauma dan rasa sakit yang mendalam.

Wanita itupun berpesan kepada para suami tentang bagaimana hidup berumah tangga, berikut pesannya:

Untuk para suami:

1. Melakukan hubungan seksual ketika istri sedang haid dan nifas adalah HARAP. Tidak ada maknanya berdosa jika tidak melakukan hubungan seksual pada waktu itu.

2. Tempat tinggal setelah melahirkan dan seorang pembantu atau orang yang menjaga istri biarlah diplih oleh istri, bukannya memberi dan memaksa tinggal di tempat yang dia tidak suka.

3. Selama masa pemulihan sesudah melahirkan, jangan sekali-kali menyentuh bagian intim istri yang penuh darah itu.

4. Tuga suami masa istri pemulihan usai melahirkan adalah menjaga istri, jaga anak, siapkan makanan istri, mandikan anak, dan lain-lain, bukannya bertindak ceroboh

5. Seorang istri saat masa pemulihan usai melahirkan sangat berpotensi terkena meruyan, kalau dia mendapat tekanan dari istrinya, dan jangan terkejut disebabkan anda (suami) yang kejam dengan istri.

Istri anda mampu menyakiti anak anda tampa dia sendiri menyadarinya.

6. Tolonglah...suami untuk belajar tentang hal-hal yang tidak diperbolehkan serta peranan suami kepada istri yang baru melahirkan.

Editor: aladhi

Lihat Berita Dibawah dan Dapatkan Hadiah Menarik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel